PEMANASAN GLOBAL DAN DAMPAK BAGI KESEHATANPEMANASAN GLOBAL DAN DAMPAK BAGI KESEHATAN
Isu pemanasan global memang telah menjadi salah satu faktor utama atas rusaknya lingkungan internasional yang dapat mengancam kehidupan masyarakat dunia. Beberapa bentuk rusaknya lingkungan dunia internasional antara lain yaitu :
a. Pemanasan global dalam konteks internasional akan berakibat pada peningakatan tinggi air laut yang berakibat hilangnya atau mengecilnya beberapa wilayah di Negara-negara dunia, antara lain hilangnya wilayah daratan Mesir sekitar 1 persen, Belanda sekitar sekitar 6 persen, Bangladesh sekitar 17.5 persen dan hilangnya atoll di Kepulauan Marshal sejumlah 75 persen.
b. Pemanasan global dalam konteks internasional akan mengakibatkan penyakit-penyakit akibat mutasi bakteri, virus dan lain-lainnya, sehingga penyakit-penyakit akan lebih resisten terhadap sistem pengobatan yang berarti hal ini akan mengancam kualitas kesehatan internasional.
Masalah ancaman kesehatan yang diakibatkan pemanasan global secara garis besar dapat dijelaskan bahwa
daera-daerah yang mengembangkankan iklim lebih hangat dan lebih basah, akan mendorong reproduksi dan kelangsungan hidup yang lebih cepat dari virus, bakteri dan parasit penyebab penyakit. Kejadian cacing kait pada beberapa Negara di Amerika Utara dan Asia Tengah cenderung meningkat. Penyakit ini cenderung jarang menyebar ke daerah lain, namun pada dua dekade terakhir ini semakin banyak kasus ditemukan.
Disamping penjabaran diatas tentang beberapa wilayah Negara-negara internasional yang hilang atau tenggelam, terdapat juga ancaman yang mengancam beberapa wilayah sebagai sentral peradaban dunia. Sejak masa lalu dalam sejarah peradaban manusia memang terdapat kecenderungan untuk mendekati sumber daya perairan, hal ini antar lain dapat dilihat melalui peradaban delta sungai Yang Tse Kiang di Cina, Sungai Nil di Mesir, Sungai Indus di Pakistan atau Sungai Gangga di India.
Dalam isu pemanasan global, terdapat beberapa kota besar dunia yang akan terancam karena keberadaanya memang berada di pesisir sungai besar atau pinggir pantai. Beberapa kota ini adalah Kalkuta di India, Shanghai di Cina, Jakarta di Indonesia, Bangkok di Thailand, London di Inggris dan beberapa wilayah lainnya yang notabenenya terletak di kawasan daerah rendah.
Menurut Lembaga Panel Antar-Pemerintah Untuk Perubahan Iklim (IPCC, Intergovernmental on Climate Change), hingga pada tahun 1991 efek langsung dari pemanasan global telah mengakibatkan 250 ribu orang tewas, akibat banjir, tanah longsor dan badai topan. Bahkan pemanasan global telah merusak jaringan infrastruktur di bebarapa negara dunia, antara lain pemindahan pantai di Balanda yang kemudian digantikan dengan bangunan pemecah ombak, penggusuran 14 persen penduduk Bangladesh yang tinggal di wilayah pesisir pantai, pemindahan jaringankereta api lebih dari 1500 kilometer di India dan beberapa kerugian lainnya.
Peningkatan suhu rata-rata 1 derajat celcius pertahun membuat rawannya keamanan pangan di beberapa negara dunia. Banyak Negara di Afrika atau Asia Selatan yang tidak memperoleh hujan sama sekali dalam sepanjang tahun, namun di lain pihak Negara-negara lain di Meksiko, Brazilia dan Kuba malah kebanjiran.

Sumber Bacaan
: “Pemanasan Global : Bencana di Musim Panas”, Media Indonesia, 3 September 2007.
“Sifat Genetik Hewan Berubah Karena Iklim”, Kompas, 15 Juni 2006.
“Pemanasan Global : Dunia Akan Semakin Terancam Tenggelam”, http://www.bbc.co.uk., diakses pada 30 Agustus 2007.

image from: www.sciam.com, google.com




:::Email::: forumskripsi@gmail.com :::Yahoo id::: ForumSkripsi.com :::Contact Person::: diskusiskripsi