Deklarasi Jenewa
Konvensi ini dilaksanakan di Geneva pada bulan Juli 1996, pertemuan ini merupakan jalan antara pertemuan Berlin dan Kyoto, dimana negara-negara yang terlibat dinamai CoP2 yang merupakan tanda kesungguhan bagi para delegasi negara-negara yang sejak awal peduli untuk menangani masalah perubahan iklim global. Deklarasi Jenewa terdiri dari sepuluh butir, yang esensinya adalah sebagai berikut (http://www.wikipedia.org.php.html, diakses pada 28 Agustus 2007.)
1. Pengakuan dan penerimaan para menteri dan ketua delegasi atas laporan penelitian ilmiah yang dapat diandalkan sebagai pijakan untuk mengambil tindakan global, nasional dn lokal, khususnya oleh negara-negara Annex I dalam rangka menurunkan emisi Gas rumah Kaca (GRK).

2. Ajakan kepada semua pihak untuk mendukung pengembangan Protokol dan instrumen legal lainnya yang didasarkan atas temuan ilmiah yang disajikan dalam laporan tersebut.
3. Instruksi kepada semua perwakilan para pihak untuk mempercepat negosiasi terhadap teks protokol yang secara hukum akan mengikat sehingga dapat diadopsi pada CoP3 dengan keluaran berupa :
• Komitmen negara-negara Annex I tentang kebijakan dan tindakan penanganan sektor energi,transportasi, pertanian, kehutanan, pengelolaan limbah, kelembagaan, dan mekanisme.
• Komitmen negara-negara Annex I tentang target pengurangan emisi dengan jadwal yang jelas seperti tahun 2005, 2010, dan 2020 terhadap GHG yang tidak terkontrol oleh Protokol Kyoto.
• Komitmen semua pihak dalam implementasi pasal 4.1 Konvensi Perubahan Iklim.
• Komitmen global yang mempercepat pengembangan, penerapan, difusi dan transfer teknologi yang ramah lingkungan.
• Undangan kepada negara berkembang untuk mengiplementasikan konvensi dan untuk mendukung upaya tersebut.

Sumber Bacaan: Murdiyarso, Daniel, Sepuluh Tahun Perjalanan Negosiasi Konvensi Perubahan Iklim, Jakarta, Kompas Media Nusantara, 2003.
img,
www.klimastaffel.de


:::Email::: forumskripsi@gmail.com :::Yahoo id::: ForumSkripsi.com :::Contact Person::: diskusiskripsi