DAMPAK NEGATIF PEMANASAN GLOBAL DI SEKTOR AGRARISDAMPAK NEGATIF PEMANASAN GLOBAL DI SEKTOR AGRARIS
Tidak dapat dipungkiri pemasan global telah menimbulkan dampak negatif pada sektor agraris di Indonesia, dampak negatif ini adalah sebagai berikut :
a. Pemanasan global telah mengakibatkan pergeseran musim di Indonesia. Dalam dua dekade terakhir ini terjadi kecenderungan musim kemarau di dunia menjadi semakin panjang, hal ini akan berakibat pada kekeringan dan hilangnya sumber daya air di beberapa wilayah Indonesia.
b. Pemanasan global telah mengakibatkan perubahan musim yaitu merubah siklus alamiah yang berakibat pada singkatnya musim hujan dan turunnya hujan berintensitas tinggi, yang mengakibatkan rusaknya sistem persawahan. Bahkan
pada beberapa daerah di Indonesia, antara lain di Provinsi Nusa Tenggara dan beberapa wilayah di Pulau Sumatera lahan pertanian banyak yang mengalami tanah longsor.
Perubahan iklim yang diakibatkan oleh pemanasan global hingga pada tahun 2004, telah membuat kegoncangan bagi sektor pertanian (agraris) di Indonesia. Hal ini juga bisa dilihat melalui turunnya hasil produksi beras nasional yang rata-rata 100 ribu ton pertahun pada rentang tahun 1980 hingga 1990, sedangkan pada tahun 1990 hingga tahun 2000 penurunan meningkat tajam sejumlah lebih dari 300 ribu ton pertahun.
Dampak lainnya yang timbulkan terhadap sektor agraris di Indonesia akibat pemanasan global adalah terjadinya proses salinitas lahan pertanian, khususnya di daerah pesisir pantai. Hal secara langsung akan berdampak pada rusaknya varietas-varietas tamanan, rusaknya sistem hidrologi dan terjadinya goncangan-goncangan iklim secara drastis, sebagai contoh terjadinya Badai El Nino tahun 2004 telah membuat naiknya tingkat keluarga pra sejahtera di Kabupaten Indramayu Jawa Barat yang dikenal sebagai salah satu sentra penghasil beras Indonesia.
Salah satu dampak yang terparah akibat pemanasan global adalah rusaknya sistem siklus tahunan yang ditandai dengan adanya Badai El Nino di daerah Tropis, yang berdampak pada rusaknya pola musim tanam. Disamping itu, pemanasan global akan merusak sistem tanaman organik padahal dilain pihak para petani Indonesia yang sifatnya tradisional jumlahnya lebih dari 86 persen dari jumlah total petani di Indonesia. Sehingga mau tidak mau banyak masyarakat Indonesia yang tergantung pada tanaman transgenik impor dari negara lain, bahkan hal ini diperaparah dengan impor Badan Urusan Logistik Indonesia yang masih menjalankan impor beras dari negara tetangga, khususnya Thailand dan Vietnam.

Sumber : “Perubahan Iklim : Setor Pertanian Paling Terpukul”, Kompas, 23 Juni 2007.

image from:www.setwapres.go.id, google.com





:::Email::: forumskripsi@gmail.com :::Yahoo id::: ForumSkripsi.com :::Contact Person::: diskusiskripsi